Hukum Dalil Keutamaan Niat Doa Buka Puasa Sunnah 1 Rajab 2019

Hukum Dalil Keutamaan Niat Doa Buka Puasa Sunnah 1 Rajab 2019 - Tentunya kita sebagai umat islam yang memiliki keimana yang kuat sudah sangat menanti kedatangannya bulan rajab, karena bulan rajab adalah merupakan salah satu bulan yang di muliakan oleh Alloh SWT, dan memiliki banyak keutamaan amal-amalan dan manfaat bagi kita serta bulan rajab itu memiliki sejarah penting bagi umat islam yaitu atas adanya peristiwa isra' dan mi'rajnya Nabi kita Muhammad SAW.

Tentunya kejadian ini adalah merupakan khowarik liladat, karena ini adalah merupakan mu'jizat dari Alloh SWT, makanya setelah isra' mi'raj manusia dalam menyikapi mas'alah tersebut terbagi tiga golongan diantaranya: pertama yang langsung percaya(iman), kedua tidak percaya(inkar) dan yang ketiga percaya tidak percaya.

Nah bagi kita yang mengakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW wajib mempercayainya supaya kita di akui sebagai umatnya dan nanti kita mendapatkan syafa'atdariNYA. pada bulan rajab kita di sunnahkan untuk melaksanakan puasa puasa rajab di hari pertama 2, 3, dan seterusnya serta kita mengharapkan ridho Alloh SWT.

Hukum Dalil Keutamaan Niat Doa Buka Puasa Sunnah 1 Rajab 2019

Maka untuk itu kami disini akan berbagi bacaan lafadz niat dan doa buka puasa sunnah rajab dalam bahasa arab, latin serta di lengkapi dengan artinya seperti yang akan kami tulis di bawah ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN FII SYAHRI RAJABI SUNNATAN LILLAAHI TA'AALAA

Artinya :Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allah Ta'ala.

Bacaan Doa Buka Puasa arab Latin Dan Artinya

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latinnya : “Allaahummalakasumtu, Wabika Aamantu, Wa'alaa Rizqika Afthortu, Birohmatika, Yaa Arhamar Roohimiin.”

Artinya : “Ya Allah karana-Mu aku puasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dengan rahmat-MU, Ya Allah, Tuhan Maha Pengasih.”

DALIL-DALIL KEMULIAAN BULAN RAJAB

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.- QS At-Taubah 9:36

Yang dimaksud empat bulan haram (mulia) adalah Rajab, Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah, Muharram. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih) Nabi bersabda:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا , مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ , ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ , وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: Tahun itu ada 12 bulan. Yang empat adalah bulan mulia (haram) yaitu Dzul Qo'dah, Dzul HIjjah, Muharram dan Rajab.

Dasar Hukum dan Dalil Puasa Rajab:
 Sebagai mana pernah ditanyakan oleh Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair. Perbincangan kedua orang ini di abadikan oleh Imam Muslim bin Hajaj dalam kitab Shahih-nya.

حدثنا عثمان بن حكيم الأنصاري، قال: سألت سعيد بن جبير عن صوم رجب ونحن يومئذ في رجب، فقال: سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقول: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر، ويفطر حتى نقول لا يصوم

Artinya, "Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa,’” (HR Muslim).

Dengan adanya jawaban Sa’id Ibnu Jubair saat ditanya hukum puasa Rajab, Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim juga berpendapat sebagai berikut.

الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أنه لانهى عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهي ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي دود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها

Artinya, “Istidlal yang dilakukan Sa’id Ibnu Jubair menunjukan tidak ada larangan dan kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya, sebab tidak ada larangan dan kesunahan khusus terkait puasa Rajab. Akan tetapi hukum asal puasa adalah sunah. Di dalam Sunan Abu Dawud disebutkan Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan terhormat). Sementara Rajab termasuk bulan haram.”

Berdasarkan hadis di atas jelaslah bahwa hukum puasa rajab itu adalah sunnah, makanya kita sebagai umat islam laksanakanlah puasa di hari pertama dan seterusnya se kemampuan kita bahkan ada sebahagian umat islam yang bmelaksanakan puasa rajab itu sebulan mpenuh dan di lanjutkan pada bulan sya'ban dan ramadhannya tidak pernah batal.

Mungkin itulah yang dapat kami sampaikan mengenai bacaan lafadz niat puasa rajab, dan untuk bacaan doa buka puasa rajab sama dengan doa buka puasa yang seperti puasa ganti, namun bukan hanya itu saja yang dapat kami sajikan masih banyak lagi seperti niat mandi wajib, niat puasa senin kamis, niat puasa syaban, dan yang lainnya. Sekian dari kami mohon maaf atas segala kekurangannya karena kami manusia biasa.